Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news GDP AS Q1 1.2% vs publikasi awal 0.7%, lebih tinggi dari estimasi 0.9%.

world-economy  World Economy

Tes Nuklir Korut, Ancaman Stabilitas Dunia

Selasa, 12 Februari 2013 17:04 WIB
Dibaca 561

Monexnews - Korea Utara hari ini menggelar uji coba nuklir yang daya ledaknya lebih kuat dibandingkan tes tahun 2006 dan 2009 silam. Aksi Pyongyang mengundang kecaman dari berbagai pihak, khususnya pihak Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Pihak Korea Utara mengakui skala uranium yang digunakannya hari ini lebih besar ketimbang uji coba sebelumnya. Efek guncangan senjata nuklir itu bahkan menyerupai gempa di beberapa wilayah. Terdapat indikasi penggunaan plutonium, yang dikenal sebagai material zat yang paling cocok untuk senjata pemusnah, oleh militer Korea Utara.

Pihak Washington mengecam kebijakan nuklir Korea Utara melalui pernyataan resmi presiden hari ini. "Aksi mereka sangat provokatif dan komunita internasional harus mengambil tindakan tegas," seru Barack Obama. Pernyataan itu senada dengan kecaman yang dilontarkan oleh PM Jepang, Shinzo Abe, sesaat setelah berita tes nuklir sampai ke telinganya. "Uji coba nuklir adalah ancaman nyata yang tidak bisa ditoleransi," tegasnya.

Sebagai satu-satunya sekutu Korea Utara, China juga secara halus meminta koleganya di Pyongyang untuk menahan diri. Beijing menegaskan sikap anti-nuklir kepada masyarakat internasional dan tidak berada di belakang pemerintah Korea Utara. "Kami sudah menyerukan Korea Utara untuk menepati komitmennya dan tidak melakukan aksi-aksi yang bisa memperburuk situasi," bunyi pernyatan resmi pemerintah China. Terlepas dari kecaman ini, pemerintah China sudah dipermalukan karena dianggap gagal 'menjinakkan' agresivitas militer koleganya. Stasiun televisi Korea Utara bahkan dengan bangga mengumumkan keberhasilan peluncuran senjata nuklir hulu ledak tinggi itu seraya diiringi oleh lagu-lagu patriotik.

US Geological Survey mencatat guncangan seismik akibat uji coba nuklir hari ini mencapai 5.1 magnitud. Dewan keamanan PBB segera menggelar rapat darurat hari ini. Korea Utara sudah dikenai embargo internasional sejak peluncuran roket jarak jauhnya bulan Desember lalu, dan hukuman ini juga disetujui oleh China. Pihak Washington menilai Pyongyang sedang berupaya mengembangkan teknologi misil balistik yang daya jelajahnya mencakup antar benua sehingga nantinya mampu menjangkau wilayah Amerika. Namun pihak Korea Utara berulangkali juga menyangkal dengan menyebut tujuan utama uji coba sebagai mekanisme upaya peluncuran satelit ke luar angkasa. Terlepas dari argumen apapun yang digunakan oleh negara komunis itu, uji coba nuklir tidak bisa dibenarkan dalam tatanan hukum internasional.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar