Jumat, 22 September 2017

world-economy  World Economy

Tiga Negara Eks-Soviet Giat Memborong Emas

Senin, 27 Mei 2013 18:46 WIB
Dibaca 639

Monexnews - Tiga negara tercatat menambah cadangan devisa emasnya selama bulan April 2013. Mereka adalah Rusia, Kazakhstan dan Azerbaijan, yang justru memperbanyak pundi-pundi logam mulia di tengah fase penurunan harga.

Data pembelian emas International Monetary Fund (IMF) pada hari Senin (27/05) memperlihatkan bahwa ketiga negara bekas jajahan Uni Soviet itu secara total memborong 75% emas lebih banyak dibandingkan bulan Maret. Kabar ini bisa menjadi sentimen baik bagi investor ritel yang kerap menjauhi aset safe haven sejak akhir tahun lalu. Berita pembelian emas oleh bank-bank sentral dalam sejarahnya terbukti mampu menjaga kinerja harga emas karena mewakili 11.3% total permintaan untuk logam mulia di seluruh dunia (per kuartal perdana 2013).

Spot emas menutup bulan April dengan pelemahan sebanyak 7.5% dan sudah anjlok 12% sejak awal tahun. Bukan hanya soal pembelian, kabar penjualan aset emas bank sentral juga turut menjadi sentimen penghambat laju komoditi favorit investor itu. Pada 10 April lalu, Siprus diberitakan siap menjual 10 ton cadangan emas untuk menggalang dana segar. Pelaku pasar cemas jika langkah pelepasan juga diikuti oleh negara bermasalah lainnya seperti Italia, yang menguasai jumlah cadangan emas terbesar ke-empat dunia.

Dalam laporan IMF, Rusia tercatat membeli 269.000 troy ons emas bulan lalu, sehingga total cadangannya menjadi 31.8 juta ons. Kazakhstan menambah 85.000 ons guna menaikkan total simpanan menjadi 4 juta ons. Adapun Azerbaijan menambah cadangan sebanyak 32.000 ons guna memperkuat pos aset menjadi 129.000 ons. Data IMF juga memperlihatkan peningkatan simpanan emas bank-bank sentral seluruh dunia adalah sebanyak 972.000 di bulan April. Volume sebesar itu bisa disetarakan dengan dana nominal $1.3 miliar jika mengacu pada level terendah bulanan di $1321.50 per ons.

Berita pembelian bank-bank sentral adalah sentimen yang bagus bagi pelaku pasar. Mereka kini bisa melihat betapa kilau emas masih sangat dibutuhkan oleh otoritas moneter di berbagai negara. Kontrak emas berjangka saat ini terpantau di level $1395.25 per ons.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar