Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Tiga Senjata Peredam Dampak Normalisasi Kebijakan Moneter AS

Jumat, 6 Maret 2015 10:41 WIB
Dibaca 581

Monexnews - Untuk dapat meredam dampak normalisasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, Indonesia harus mengantongi setidaknya tiga modal utama. Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, ketiganya meliputi tingkat inflasi yang terjaga, defisit anggaran yang rendah serta defisit neraca berjalan yang juga terjaga baik.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, idealnya, laju inflasi dapat dijaga pada kisaran empat persen. Sementara, defisit anggaran akan ideal jika dapat tercapai sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015, sebesar 1,9 persen. Terakhir, defisit neraca berjalan sebaiknya dapat dijaga agar tidak melebar.

“Kalau kita bicara mengenai normalisasi kebijakan moneter di Amerika (Serikat), beberapa modal harus kita kumpulkan. Itu adalah inflasi harus dijaga rendah, kalau bisa 4 persen itu sangat baik. Defisit budget juga dibuat rendah, kalau kita stick pada rencana APBN-P (2015) 1,9 persen itu juga cukup baik. dan kalau kita bisa jaga current account deficit agar tidak melebar dibandingkan sebelumnya, itu juga cukup baik,” ungkap Menkeu dalam forum diskusi yang diselenggarakan oleh Danareksa Sekuritas pada Rabu (4/3) di Jakarta.

Menurutnya, dengan ketiga modal tersebut, meskipun tidak dapat menghindarinya, setidaknya pemerintah akan dapat meredam dampak negatif dari normalisasi kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve tersebut. “Kalau ada kebijakan normaliasasi di Federal Reserve dengan menaikkan tingkat bunga, pasti akan berdampak negatif, tetapi paling nggak dengan modal-modal tadi, dampak negatif itu paling tidak bisa diredam,” jelasnya.(nv)

 

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar