Senin, 24 Juli 2017

world-economy  World Economy

Tingkat Ekspor China Melejit, Impor Masih Lemah

Senin, 9 Maret 2015 8:46 WIB
Dibaca 447

Monexnews - Tingkat ekspor China membaik pada dua bulan pertama di tahun 2015, dipicu oleh performa yang kuat di bulan Februari yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, sementara penurunan pada tingkat impor mengacu pada pelemahan berkelanjutkan pada perekonomian. Data yang dirilis hari Minggu lalu oleh General Administration of Customs menunjukkan bahwa China mencetak surplus perdagangan sebesar 60.6 milyar dollar bulan lalu. Tingkat ekspor naik sebesar 15% pada bulan Januari-Februari dari setahun lalu, bertambah cepat dari laju kenaikan tahunan sebeasr 6.1%sepanjang tahun 2014 seiring membaiknya tingkat permintaan dari pasar-pasar utama. Tingkat ekspor bulan Februari melejit sebanyak 48.3% dari setahun sebelumnya, level terkuat sejak Mei 2010 dan jauh melebihi ekspektasi pasar sebesar 14.2%, namun kantor bea cukai mempringatkan adanya gangguan musiman pada data. Bea cukai mengatakan eksportir lokal biasanya menkonsentrasikan pengiriman menjelang hari libur Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 19 Februari tahun ini dan tanggal 31 Januari di tahun 2014 lalu. Tingkat ekspor bulan Januari turun sebesar 3.3% dari setahun sebelumnya.

Sementara itu tingkat impor China anjlok sebesar 20.2% pada dua bulan pertama tahun ini dari setahun sebelumnya, mensinyalkan pelemahan pada negara perekonomian terbesar kedua dunia tersebut mungkin membutuhkan dukungan kebijakan lebih, menurut analis. Impor naik sebanak 0.4% di tahun 2014. Penurunan sebesar 20.5% pada tingkat impor bulan Februari merupakan penurunan paling tajam sejak krisis keuangan global. Tingkat impor lebih lemah daripada ekspor, menunjukkan kebutuhan untuk mendorong tingkat permintaan domestik di tengah kecemasan deflasi, seiring investor jangka pendek keluar dari China yang ditunjukkan oleh aliran modal keluar dalam beberapa bulan belakangan. Kendati surplus perdagangan yang kuat, sejumlah data yang lemah telah menekan nilai tukar yuan terhadap dollar. Namun analis mengatakan pelemahan yuan terhadap dollar mungkin tidak akan terlalu membantu eksportir, mengingat yuan telah emnguat terhadap mata uang lainnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar