Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Tingkat Popularitas Abbott Turun Ditengah Rencana Pemotongan Anggaran Australia

Selasa, 6 Mei 2014 9:33 WIB
Dibaca 367

Monexnews -

Dukungan untuk koalisi Perdana Menteri Tony Abbott turun ke level terendah dalam empat tahun seiring pemerintah bersiap untuk menaikan usia pensiun dan memangkas tunjangan kesejahteraan untuk membatasi defisit anggaran Australia pada pekan depan.

Dukungan terhadap koalisi partai Liberal –National menjadi 47% di bandingkan dengan partai buruh yang berada di level 53% pada basis pilihan dari dua partai, menurut laporan dari Newspoll yang di publikasikan oleh surat kabar The Australian pada hari ini. Tingkat kepuasan para pemilih terhadap Abbott turun sebanyak lima poin dari jajak pendapat sebelumnya menjadi 35%, itu merupakan level terendah sejak dia memenangkan pemilu di bulan September.

Abbott, yang berjanji untuk tidak naikan pajak dalam kampanye pemilunya, dilaporkan sedang mempertimbangkan retribusi sementara di tengah pemerintah sedang mencari cara untk menciptakan surplus sebesar 1% dari GDP dalam sedekade terakhir. Menteri keuangan Joe Hockey pada pekan lalu umumkan bahwa usia pensiun akan naik menjadi 70 tahun dari 65 tahun pada tahun 2035, seiring dia berusaha mengatasi penurunan anggaran sebesar A$123 milyar ($114 milyar) untuk periode selama empat tahun sampai Juni 2017 pada laporan tanggal 13 Mei nanti.

“Pemerintah telah mendorong dirinya sendiri kedalam sudut politik yang sulit,” kata Nick Economou, seorang analis politik di Monash University di Melbourne. “Abbott membuat kesalahan dalam berjanji terlalu banyak. Para pemilih saat ini lebih mencemaskan tentang tingginya pajak atau tunjangan yang di kurangi daripada tentang defisit anggran.”

Sebuah laporan pemerintah yang di rilis pada tanggal 1 Mei merekomendasikan untk memangkas tunjangan keluarga, hal tersebut akan membuat orang-orang membayar lebih banyak untuk mengunjungi dokter umum dan privatisasi rel kereta dan aset  pos.  

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar