Rabu, 13 Desember 2017

world-economy  World Economy

Toko Mainan Toys ‘R’ Us Menyatakan Pailit

Selasa, 19 September 2017 16:33 WIB
Dibaca 1123

Monexnews - Toys 'R' Us Inc, jaringan toko mainan A.S. yang terbesar, mengajukan pailit Senin kemarin. Langkah ini merupakan sebuah indikator betapa belanja online telah berhasil menumbangkan perusahaan ritel raksasa dengan jaringan ribuan gerai di Amerika Serikat, Kanada dan Asia ini. Selain belanja online, kehadiran toko diskon juga mengikis pendapatan.

Pengajuan dokumen Chapter 11, dokumen pengajuan pailit, ini merupakan yang terbesar dalam skala kebangkrutan yang pernah dialami oleh pengecer khusus dan meragukan masa depan sekitar 1.600 gerai dan 64.000 karyawannya. Tindakan ini muncul tidak lama berselang saat Toys 'R' Us bersiap untuk musim belanja liburan, periode penyumbang terbesar pendapatan perusahaan.

"Keputusan hari ini tidak berarti bahwa Toys R Us sudah tamat, namun proses ini akan penuh gejolak," kata Neil Saunders, managing director GlobalData Retail, seperti dikutip Reuters, Selasa (19/9/2017).

Toys 'R' Us menerima komitmen utang yang bisa dikonversi saham senilai lebih dari $ 3 miliar dari kreditur termasuk sindikat bank yang dipimpin JPMorgan dan kreditur lainnya. Dana ini akan digunakan untuk membayar para pemasok mainan.

"Kami berharap bahwa kendala finansial yang telah menahan kami akan ditangani dengan cara yang langgeng dan efektif," kata Chief Executive Toys ‘R’ US, Dave Brandon.

Perusahaan ini terbelit utang besar dan saat ini akan merestrukturisasi utang jangka panjang senilai $ 5 miliar. Kendati mengajukan kebangkrutan, namun toko-toko di luar Amerika Serikat dan Kanada, termasuk sekitar 255 toko berlisensi dan kemitraan usaha patungan di Asia,  tidak termasuk toko yang akan ditutup dan bukan bagian dari proses kebangkrutan.

Pada tahun 2005 perusahaan ini dibeli oleh konsorsium investor KKR & Co LP dan Bain Capital LP, bersamaan dengan investor real estat Vornado Realty Trust. Namun proses akuisisi didanai utang sebesar 6,6 miliar dolar AS ini kemudian membebani perusahaan.

Toys 'R' Us memiliki obligasi yang akan jatuh tempo tahun depan dimana harganya saat ini telah berkurang separuh, menurut data Thomson Reuters, seiring kekhawatiran investor terhadap  kemungkinan kebangkrutan perusahaan.

(Irdy)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar