Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Total Penawaran Lelang SBSN 3 Juni 2014 Capai Rp4,22 Triliun

Kamis, 5 Juni 2014 13:23 WIB
Dibaca 306

Monexnews - Pemerintah mengumumkan hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/sukuk negara berbasis proyek (project based sukuk) dan SBSN jangka pendek yang dilelang pada Selasa (3/6). Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan melalui keterangan resminya pada Rabu (4/6) mengungkapkan, total penawaran yang masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp4,22 triliun.

Seperti diketahui, pada Selasa (3/6) pemerintah melelang dua jenis SBSN berbasis proyek, yakni seri PBS005 dan PBS006 serta satu SBSN jangka pendek, yakni seri SPN-S 04122014. Total penawaran yang masuk untuk SBSN seri PBS005 adalah sebesar Rp341 miliar dan seri PBS006 sebesar Rp513 miliar. Sementara, total penawaran untuk SBSN seri SPN-S 04122014 mencapai Rp3.366 miliar.

Meskipun total penawaran yang masuk mencapai Rp4,22 triliun, tetapi Direktur Jenderal Pengelolaan Utang atas nama Menteri Keuangan telah menetapkan hasil lelang SBSN yang dimenangkan adalah sebesar Rp890 miliar. Dari total nominal yang dimenangkan tersebut, jumlah nominal yang dimenangkan untuk SBSN seri PBS005 adalah sebesar Rp100 miliar dan seri PBS006 sebesar Rp450 miliar. Sementara, jumlah nominal yang dimenangkan untuk SBSN seri SPN-S 04122014 adalah sebesar Rp340 miliar.

Hal tersebut mengacu pada kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara juncto Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 05/PMK.08/2012 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara di Pasar Perdana Dalam Negeri dengan Cara Lelang.

Sebagai informasi, imbal hasil yang ditawarkan SBSN Seri PBS005 adalah sebesar 6,75 persen dengan tanggal jatuh tempo pada 15 April 2043. Untuk seri PBS006, imbal hasilnya sebesar 8,25 persen dan akan jatuh tempo pada 15 September 2020. Penerbitan kedua seri SBSN tersebut menggunakan akad ijarah asset to be leased, dengan underlying asset berupa proyek/kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2014.

Sementara, SBSN seri SPN-S 04122014 menawarkan imbal hasil  berupa diskonto, dan akan jatuh tempo pada 4 Desember 2014. Penerbitan sukuk ini menggunakan akad ijarah sale and lease back, dengan underlying asset Barang Milik Negara (BMN) yang telah mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dan memenuhi persyaratan seperti diatur dalam PMK Nomor 56/PMK.08/2012.(nv)

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar