Sabtu, 25 Maret 2017

world-economy  World Economy

Transaksi Penjualan SUN dalam Valas Tahun 2014 Terbesar Sepanjang Sejarah

Jumat, 10 Januari 2014 8:59 WIB
Dibaca 560

Monexnews - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan pada tanggal 8 Januari 2014 atau tanggal 7 Januari 2014 waktu New York, Amerika Serikat (AS) telah melakukan transaksi penjualan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdominasi dolar AS seri RO0124 dan RI0144.

Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri seperti dikutip media nasional mengatakan bahwa penerbitan SUN yang menyerap 4 miliar dolar AS ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Bahkan, total penawan yang masuk untuk kedua seri SUN tersebut mencapai 17,5 miliar dolar AS. “Lelang SUN dengan tenor jangka panjang ini merupakan yang terbesar dalam sejarah,” kata Menkeu (8/1).

Penerbitan SUN berdenominasi dolar AS pada awal tahun anggaran 2014 ini (front loading) merupakan strategi pemerintah untuk mengantisipasi tapering off oleh bank sentral AS yang mulai berlaku. Transaksi SUN tersebut merupakan bagian dari program Global Medium Term Notes (GMTN) Republik Indonesia sebesar 25 miliar dolar AS.

SUN seri RI0124 memiliki tenor 10 tahun dengan tingkat kupon 5,875 persen dan yield 5,950 persen. Nominal yang diterbitkan adalah 2,00 miliar dolar AS dengan price 99,441 persen. Sementara, untuk seri RI0144 memiliki tenor 30 tahun dengan tingkat kupon 6,750 persen dan yield 6,850 persen. Nominal yang diterbitkan adalah 2,00 miliar dolar AS dengan price 98,734 persen.

Pendistribusian SUN seri R10124 adalah 66 persen untuk investor AS, 17 persen untuk investor Eropa, 6 persen untuk investor Asia (kecuali Indonesia), dan 11 persen untuk investor di Indonesia. Berdasarkan jenis investornya, pengalokasian penawaran yang diterima kepada asset managers adalah sebesar 77 persen, bank 5 persen, asuransi dana pensiun 17 persen, dan private banking 1 persen.

Sementara, pendistribusian SUN seri RI0144 adalah sebesar 70 persen untuk investor AS, 16 persen untuk investor Eropa, 11 persen untuk investor Asia (kecuali Indonesia), dan 3 persen untuk investor di Indonesia. Berdasarkan jenis investornya, pengalokasian penawaran yang diterima kepada asset managers adalah sebesar 77 persen, bank 5 persen, asuransi dana pensiun 17 persen, dan private banking 1 persen.

Sebagai informasi, Indonesia memperoleh rating BBB- (stable) dari Fitch, BB+ (stable) dari S&P, dan Baa3 (stable) dari Moody's. Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners dalam transaksi ini adalah Bank of America Merrill Lynch, Citigroup, dan Deutsche Bank, serta bertindak sebagai co-Managers adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.(nic)

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar