Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Tujuh Bulan Terakhir, Ekspor Kendaraan asal Jepang Selalu Anjlok

Kamis, 31 Juli 2014 13:17 WIB
Dibaca 512

Monexnews - Kinerja ekspor negara Jepang masih mengecewakan sampai dengan akhir semester pertama 2014. Sektor otomotif yang selama ini menjadi pos pemasukan andalan justru melemah meski kondisi perekonomian di luar negeri semakin membaik.  

Menurut laporan pemerintah hari ini, ekspor mobil, bus dan truk buatan Jepang turun 4.0% pada bulan Juni lalu dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Penurunan ekspor otomotif di bulan Juni tersebut merupakan penurunan ke-7 secara berturut-turut. Menurut Asosiasi Produsen Otomotif Jepang dalam laporannya beberapa saat lalu, volume ekspor kendaraan adalah sebesar 390,915 unit atau turun dari catatan bulan Juni 2013 yang mencapai 407,317 unit.

Sesuai laporan yang sudah dirilis pekan lalu, Jepang kembali mengalami defisit di sektor perdagangannya pada bulan Juni. Menurut data yang dirilis hari ini (24/07) defisit bulanan mencapai rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir seiring penurunan ekspor dan lonjakan impor barang. Apa yang terjadi pada penjualan produk otomotif di luar negeri semakin memperkuat asumsi bahwa pemerintah Tokyo sedang menghadapi masalah serius.

Defisit perdagangan Jepang mencapai 822.2 miliar Yen atau $8.1 Miliar di bulan Juni atau jauh di atas estimasi defisit hasil survei Wall Street Journal dan Nikkei yang muncul di angka 684.7 miliar Yen. Gap defisit tercipta karena volume ekspor jatuh 2.0% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Sementara jumlah impor justru naik 8.4%, sekaligus memastikan Jepang mengalami defisit terpanjang dalam sejarah dengan total periode mencapai 24 bulan.

Sebagai salah satu produsen otomotif terbesar sejagad, Jepang terbukti gagal menembus pasar luar negeri sepanjang paruh pertama tahun ini. Ekspor kendaraan ke Amerika Serikat turun 6.8% di bulan Mei dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Bahkan secara bulanan, ekspor mobil anjlok sampai 18% meskipun volume permintaan di Negeri Paman Sam sedang bagus-bagusnya. Berkaca pada fakta tersebut, beberapa perusahaan sudah mulai serius menggarap pasar domestik ketimbang harus jor-joran mempromosikan barangnya di luar negeri.


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar