Selasa, 17 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Tutupi Beban Operasional,Perusahaan Migas AS Ramai-Ramai PHK Karyawan

Rabu, 8 April 2015 10:42 WIB
Dibaca 2820

Monexnews - Petaka besar menghampiri pelaku industri migas di Amerika Serikat. Beberapa perusahaan dilaporkan harus merumahkan karyawannya supaya tetap bisa beroperasi.

Sejak harga minyak terjun bebas dari level $107 (Juni 2014) ke kisaran $50 per barel, perusahaan eksplorasi migas di Amerika terpaksa mengurangi jumlah karyawan untuk mengurangi beban biaya. Sebanyak 51.747 pekerja kehilangan terkena PHK sejak pertengahan tahun lalu (data Challenger, Gray & Christmas). Dari jumlah itu, sebanyak 47.610 orang didepak tahun ini karena harga minyak tidak kunjung membaik.

Puncak arus PHK perusahaan minyak terjadi di 3 bulan pertama 2015. Jumlah karyawan yang dirumahkan naik sampai 3.900% dibandingkan triwulan I 2014 dan untuk sektor migas secara keseluruhan (termasuk tambang dan ekstraksi minyak), jumlah PHK sudah menembus 30.000 sepanjang 2015 (data Biro Statistik Tenaga Kerja).

Pekerja di perusahaan eksplorasi menjadi korban pertama karena pihak direksi memutuskan untuk mengurangi proyek penggalian. Di kuartal I, Schlumberger menjadi perusahaan dengan PHK terbanyak mencapai 9000 orang, kemudian disusul oleh Baker Hughes dengan 7000 posisi dan Halliburton dengan 6400 karyawan.

Sementara untuk karyawan yang masih dipertahankan, mereka harus rela menerima pemotongan upah rata-rata antara 10-15% dan bahkan ada yang sampai 25%. Padahal sektor minyak dan gas menjadi salah satu industri yang menyerap sumber daya manusia paling banyak sejak 'boom' shale oil dimulai tahun 2011 silam.

Berita bagusnya, trend PHK semakin berkurang di akhir kuartal pertama 2015. Di bulan Maret lalu, laporan pemecatan berkurang 92% dibandingkan Februari menjadi hanya 1279 orang. Raksasa sektoral seperti Chevron, ConocoPhillips dan ExxonMobil belum merencanakan PHK besar-besaran walau mengaku sudah mulai mengencangkan ikat pinggangnya.

Satu hal yang patut dikhawatirkan adalah pergerakan harga minyak mentah yang tidak kunjung mengarah naik. Pekerja yang kini sedang mengerjakan proyek bisa jadi kehilangan mata pencariannya jika tidak ada proyek baru setelah eksplorasi selesai. Singkat kata, semakin banyak proyek eksplorasi tertuntaskan maka semakin banyak pula karyawan yang menganggur karena tidak ada order susulan. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar