Selasa, 23 Mei 2017

world-economy  World Economy

UBS Proyeksikan QE Zona Euro di Bulan Maret

Rabu, 3 Desember 2014 23:06 WIB
Dibaca 516

Monexnews - Euro akan melemah menuju level tahun 2003 dan yield obligasi Jerman akan anjlok pasca European Central Bank mengumumkan rencana untuk membeli obligasi pemerintah zona euro di bulan Maret, menurut UBS Group AG. Berbalik dari prediksi sebelumnya, bank terbesar di Swiss tersebut mengatakan memburuknya outlook inflasi di zona euro akan mendorong ECB untuk membeli obligasi pemerintah senilai 1 trilyun euro (1.23 trilyun dollar) dalam waktu 2 tahun untuk mendorong perekonomian zona euro. Pengumuman tersebut akan dilakukan setelah pertemuan Dewan Kebijakan ECB tanggal 5 Maret nanti seiring penentangan terhadap stimulus tambahan masih kuat di antara sejumlah petinggi ECB, menurut ekonom yang dipimpin oleh Reinhard Cluse dalam laporan hari ini.

“Syarat pertama, memburuknya outlook inflasi, akan terpicu dan mendorong ECB untuk mengambil langkah kebijakan lebih lanjut,” menurut strategis. “Secara spesifik, penambahan QE yang akan termasuk pembelian obligasi pemerintah, akan mendapat tentangan dari sisi politik.” Euro akan melemah menuju level $1.15 hingga akhir tahun 2015, yield obligasi 10-tahunan Jerman akan turun menuju 0.50% setelah pengumuman QE dan spread yield dengan obligasi 10-tahunan Italia dan Spanyol akan menyempit, menurut laporan tersebut. Harga minyak, yang mana telah anjlok sebanyak 36% tahun ini dan mencapai level terendah sejak 2009, akan menahan laju inflasi di zona euro "sangat rendah" dan ekspektasi untuk pertumbuhan inflasi konsumen akan turun lebih dalam, menurut laporan. Bank sentral Eropa akan bertemu di Frankfurt besok untuk keputusan kebijakan selanjutnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar