Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Ukraina Lunasi Uang Muka Pembelian Gas dari Rusia

Senin, 2 Juni 2014 10:19 WIB
Dibaca 488

Monexnews - Krisis ekspor impor energi antara Rusia dan Ukraina akhirnya usai, setidaknya untuk sementara waktu. Konfirmasi itu didapat setelah pihak Ukraina sepakat membayar uang muka impor gas dari Rusia. Dengan dicapainya kesepakatan tentang pembayaran tagihan gas senilai $786 juta, maka perusahaan energi Gazprom akan kembali memasok gas alam ke Ukraina.

Seperti diketahui, Rusia awal Mei lalu memperingatkan Ukraina untuk membayar uang muka pembelian gas alam untuk pengiriman Juni 2014 sebelum akhir bulan Mei. Jika pemerintah Kiev tidak menepatinya, maka perusahaan energi Gazprom akan menghentikan suplai ke negara itu. Gazprom telah mengirimkan tagihan gas untuk periode pengiriman Juni pada 16 Mei lalu dan Ukraina memiliki waktu sampai akhir bulan Mei untuk melunasinya. Selain meminta uang muka untuk kontrak gas bulan Juni, Rusia juga membuka borok mantan negara sekutunya itu. Menurut perhitungan Gazprom, Ukraina masih menunggak hutang pembayaran gas senilai $3.5 miliar untuk pemakaian di masa lalu yang harus segera dilunasi.

Setelah berbicara intensif akhir pekan lalu, kedua pihak akhirnya menyetujui angka $786 juta sebagai uang pembayaran rekening gas untuk dua bulan. Sementara soal hutang yang belum dibayarkan, perusahaan BUMN asal Rusia itu sepakat menangguhkannya. Menurut Menteri Energi Rusia, Alexander Novak, setelah uang pembayaran diterima hari Senin (02/06), ia akan menggelar pembicaraan lagi untuk membahas pembayaran tanggungan hutang Ukraina. Ia juga akan menegosiasikan harga gas untuk pengiriman bulan-bulan selanjutnya.

Sejak pertama kali berdiri sebagai sebuah negara, Ukraina memang sangat bergantung kepada Rusia dalam upaya pemenuhan sumber dayanya. Lebih dari itu, Rusia menyuplai 30% kebutuhan gas alam negara-negara Eropa, dan separuh dari persentase tersebut dialirkan melalui wilayah Ukraina. Di tengah ketidakpastian krisis antara kedua negara, penghentian suplai energi akan sangat menyusahkan bagi perusahaan dan warga Eropa.

Sejak krisis berlangsung, Rusia semakin kejam dalam menghadapi Ukraina di antaranya dengan menaikkan tarif gas sekitar 80% menjadi $485.50 per ribu kubik meter. Sebagai perbandingan, Gazprom hanya mengenakan harga rata-rata $377.50 untuk konsumennya di negara-negara Uni Eropa lainnya di tahun 2013.

(dim)

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar