Kamis, 19 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Uni Eropa-China Berseteru lagi Soal Pajak Ekspor Impor

Rabu, 12 Juni 2013 12:17 WIB
Dibaca 586

Monexnews - European Union berencana mengajukan keberatan kepada World Trade Organization (WTO) atas besarnya pajak yang diberlakukan oleh pemerintah China terhadap pengiriman produk baja. Beijing dianggap memungut pajak kelewat tinggi untuk impor barang-barang asal luar negeri, dalam hal ini produk baja tabung yang lazim digunakan sebagai bahan baku fasilitas pembangkit tenaga. Demikian laporan resmi Reuters, mengutip sebuah sumber di Uni Eropa. 

Beberapa perusahaan asal Eropa memang menjadi pemasok bagi kontraktor-kontraktor pembangkit tenaga di China. Dua produsen terbesarnya adalah Tubacex S.A. asal Spanyol dan Salzgitter AG dari Jerman. Sayang pemasok baja tabung anti karat asal Eropa sulit untuk bersaing lagi karena adanya kebijakan pajak tinggi yang diberlakukan Beijing. Pengaduan sudah diterima oleh Komisi Eropa dan lembaga ini dijadwalkan berkonsultasi dengan pihak China pada hari Kamis besok, sebelum mengajukan complain resmi atas nama Uni Eropa pada pertemuan menteri perdagangan di Luksemburg satu hari kemudian. Pihak China belum mengeluarkan komentar sama sekali terkait keberatan Uni Eropa, demikian pula dengan pihak WTO.

Perseteruan di sektor ekspor impor antara Uni Eropa dan China memang memanas belakangan ini. Pekan lalu pemerintah Eropa menuding negara perekonomian terbesar Asia telah berulangkali melakukan praktik dumping dalam kerjasama perdagangan dengan pihak Uni Eropa. Atas dasar itulah Komisi Eropa pada hari Selasa (04/06) meresmikan tarif provisional baru bagi produk solar panel (matahari) yang diimpor dari China. Kebijakan ini merupakan peringatan bagi China yang kerap membanjiri pasar Eropa dengan produk berharga murah, bahkan di bawah harga produksinya (dumping). "Kebijakan kami hari ini adalah langkah darurat untuk melindungi pelaku bisnis Eropa dari aksi dumping," ujar Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Karel de Gucht pekan lalu. Ia menyatakan bahwa harga ideal untuk produk panel solar dari China seharusnya 88% lebih tinggi dibandingkan level saat ini.

Pemberlakuan tarif 11.8% akan diterapkan untuk seluruh produk panel solar mulai tanggal 6 Juni. Dua bulan kemudian, pajak rata-rata dinaikkan menjadi 47.6% sehingga Uni Eropa memiliki posisi tawar untuk bernegosiasi dengan pihak China terkait persaingan produknya. Apabila disiplin pajak gagal memuluskan jalan negosiasi dengan Beijing, Uni Eropa pada bulan Desember akan memutuskan apakah pajak permanen diberlakukan kembali untuk lima tahun berikutnya.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar