Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Utamakan Negosiasi, Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata

Selasa, 5 Agustus 2014 11:09 WIB
Dibaca 440

Monexnews -  Eskalasi perang di Jalur Gaza semakin mereda dalam beberapa hari terakhir. Dicapainya kesepakatan gencatan senjata oleh Israel dan Hamas diharapkan dapat menjadi cikal bakal terciptanya perdamaian jangka panjang seperti yang diharapkan warga dunia.

Israel dan Hamas kembali menyetujui gencatan senjata selama 3 hari mulai Selasa (05/08). Kesepakatan ini tercapai berkat campur tangan Mesir sebagai mediator dalam upaya penyelesaian perang yang sudah berlangsung selama 4 pekan terakhir. Fase konflik di pertengahan 2014 merupakan yang terburuk dalam dua tahun sejarah pertempuran kedua kubu. Pihak Palestina mengklaim tentara Israel sudah membunuh setidaknya 1834 orang warga, yang sebagian besar adalah masyarakat sipil. Sementara Israel menyebut 64 orang tentara dan 3 orang warganya jadi korban sejak konflik meletus 8 Juli lalu.

"Mulai Selasa besok pukul 08.00, Israel akan menghormati perjanjian gencatan senjata seperti instruksi Mesir," ujar Mark Regev, Juru Bicara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pemerintah bersedia menghentikan serangan militer atas rekomendasi beberapa menteri dan staf keamanan senior.

Israel akan mengirimkan beberapa utusan ke Kairo untuk melakukan negosiasi guna menghentikan konflik. Sementara pihak Mesir juga mengundang grup-grup perlawanan Palestina untuk hadir termasuk Hamas dan Jihad Islam dalam forum tersebut.

Pada tanggal 1 Agustus kemarin, militer Israel dan Hamas juga sepakat melakukan gencatan senjata selama 3 hari di Jalur Gaza. Kepastian itu didapat setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry dan Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengadakan jumpa pers bersama di New Delhi.

John Kerry dan pejabat keamanan Amerika menyatakan siap mengadakan dialog lanjutan untuk menyelesaikan masalah antara dua pihak yang berseteru. Proses tawar menawar masih berlangsung alot karena Israel dan Palestina memaksakan kehendaknya masing-masing. Kalau Hamas menginginkan Israel dan Mesir untuk menghentikan blokade perbatasan, maka Israel juga meminta seluruh grup militan di Palestina dilcuti senjatanya. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar