Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Walau Tertekan, Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kompetitif

Kamis, 12 September 2013 10:40 WIB
Dibaca 379

Monexnews - Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menampik isu yang menyatakan bahwa gejolak perekonomian yang terjadi belakangan ini telah membuat Indonesia bersiap-siap menghadapi krisis seperti yang pernah terjadi pada 1998 dan 2008. Menkeu mengatakan bahwa jika dibandingkan negara lain, fundamental ekonomi Indonesia masih kompetitif. “Kalau disini keliatannya Indonesia sudah mau bangkrut, saya bukan mau menenangkan. Kita dalam tekanan, tapi ada baiknya membacanya dalam perspektif perbandingan, jangan menganggap Indonesia ini satu-satunya negara di dunia,” kata Menkeu, di Jakarta, Selasa (10/9).

Menkeu menyampaikan bahwa dari segi pertumbuhan ekonomi, terutama berbagai prediksi dari lembaga internasional, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5,3-5,8 persen sampai akhir tahun. Angka ini persis di bawah Cina yang diramal tumbuh 7,5 persen. Posisi Indonesia dinilai masih lebih baik dari India (4,8 persen), Brazil (2,5 persen), maupun Afrika Selatan (2 persen). “Kita tetap nomor dua tercepat, kita masih kompetitif dengan emerging market di anggota G20,” jelas Menkeu.

Dari sisi pelemahan nilai tukar, depresiasi rupiah masih lebih baik jika dibandingkan India, Brazil maupun Jepang. Sementara dari sisi defisit anggaran (fiskal) yang hanya 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) juga dinilai masih lebih baik dibandingkan Malaysia (7 persen) dan India (8 persen).

Meski demikian, Menkeu mengakui bahwa persoalan defisit neraca transaksi berjalan yang dialami Indonesia juga sama persis dialami oleh Brazil dan Afrika Selatan. Yakni, masalah khas negara yang terlalu mengandalkan ekspor bahan baku.

Menkeu meyakini bahwa paket kebijakan yang telah dirilis beberapa waktu yang lalu akan berdampak positif. Ia berharap defisit transaksi berjalan pada triwulan III dan IV akan lebih kecil. "Memang yang paling penting adalah defisit neraca transaksi, mengatasinya cara paling sederhana dilambatkan pertumbuhannya. Maka, nanti impor akan berkurang, sehingga diharapkan defisit dalam triwulan III dan IV akan lebih kecil," pungkas Menkeu. (nic)

(art)

Sumber: website kementrian keuangan Indonesia - depkeu.go.id

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar