Senin, 25 September 2017

world-economy  World Economy

Wamenkeu I: Jangan Lengah Terhadap Deflasi April

Senin, 5 Mei 2014 13:08 WIB
Dibaca 341

Monexnews - Wakil Menteri Keuangan I (Wamenkeu I) Anny Ratnawati mengingatkan agar capaian deflasi April 2014 tidak membuat seluruh pihak lengah. Hal tersebut ia ungkapkan menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa telah terjadi deflasi sebesar 0,02 persen pada Bulan April 2014.

Menurutnya, deflasi disebabkan oleh adanya ketersediaan bahan pangan yang cukup. Akan tetapi, terdapat hal penting yang perlu diperhatikan ke depan, yaitu adanya risiko El Nino atau kekeringan yang dapat berdampak pada terganggunya ketersediaan bahan pangan. "(Deflasi terjadi) terutama karena ketersediaan pangan cukup. Tetapi kita tidak boleh lengah, karena ke depan kita akan masuk musim kemarau, kemudian El Nino," katanya.

Meski demikian, Wamenkeu I berharap dengan adanya deflasi yang terjadi pada Bulan April, maka target inflasi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat tercapai, sehingga dapat membantu daya beli masyarakat. "Dengan deflasi pada Bulan April maka kita berharap (target) inflasi yang ditetapkan dalam dokumen APBN itu bisa dicapai pada level yang ditentukan. Ini membantu kita menjaga daya beli masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, pada Jumat (2/5) lalu, Kepala BPS Suryamin mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,02 persen pada April 2014. Deflasi ini disebabkan oleh penurunan harga makanan sebesar 1,09 persen dan sandang 0,25 persen. Deflasi sendiri terjadi di 39 daerah dari 82 kota yang disurvei BPS. "Deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,79 persen, sedangkan terendah di Lhokseumawe sebesar 0,01 persen," jelasnya.

Menurut Kepala BPS, laju inflasi secara year on year (April 2014 terhadap April 2013) mencapai 7,25 persen. Sementara, laju inflasi secara tahun kalender sebesar 1,39 persen. "Deflasi ini menunjukkan perkembangan harga dapat dikendalikan," katanya.(nic)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar