Selasa, 24 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Warren Buffett: UMR Amerika Memang Harus Naik

Kamis, 24 April 2014 12:05 WIB
Dibaca 585

Monexnews - Miliarder kenamaan, Warren Buffett, mengutarakan komentarnya soal kontroversi kenaikan upah minimum di Amerika Serikat. Menurutnya, sulit untuk menilai apakah gaji pekerja sudah sepatutnya dinaikkan atau belum, walaupun ia mengakui kalau $7.25 per jam bukanlah nominal yang ideal.

"Saya sudah memikirkan soal itu selama 50 tahun. Dan sampai sekarang saya tidak tahu jawabannya," ujar Buffett kepada CNN. Ia mengatakan bahwa dalam dunia ekonomi, semua pihak harus berhitung efek dari setiap kebijakan. Apabila nantinya UMR benar-benar dinaikkan, Buffett tidak terlalu yakin kalau taraf hidup masyarakat akan langsung membaik.

Pun demikian, pemilik Berkshire Hathaway ini sepakat kalau UMR di beberapa kota besar, yakni sebesar $7.25 atau sekitar Rp80 ribu per jam, adalah kurang layak. "Idealnya menurut saya, upah minimum dinaikkan menjadi $15 per jam karena harga kebutuhan juga sudah meningkat," tambah Buffett.

Sebagian kota besar telah menaikkan UMR rata-rata hingga lebih tinggi di atas ketentuan pemerintah federal. Presiden Obama sendiri sedang memperjuangkan wacana kenaikan upah federal menjadi $10.10 per jam. Merespon upaya pemerintah, Warren Buffett menilai juga ada hal lain yang juga harus diperhatikan pemerintah ketimbang mementingkan kenaikan UMR. Ia masih berpendapat kalau Washington seharusnya menjalankan program earned income tax credit (EITC) guna mengatasi masalah kesejahteraan. EITC sendiri didesain untuk memberikan motivasi kerja bagi warga Amerika dengan cara memberi keringanan pajak berdasarkan penghasilan masing-masing warga.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar