Senin, 23 Januari 2017

world-economy  World Economy

WHO Makin Intensif Cari Obat Standar untuk Ebola

Jumat, 5 September 2014 11:17 WIB
Dibaca 534

Monexnews - World Health Organization (WHO) meminta perusahaan farmasi dan badan internasional untuk bekerjasama menanggulangi penyebaran virus Ebola. Instansi yang bernaung di bawah PBB ini sangat khawatir terhadap wabah yang sudah memakan 1900-an korban jiwa ini.

WHO sudah melakukan 10 terapi dengan memakai 8 obat dan 2 vaksin untuk melawan Ebola. Meski kemajuannya cukup memuaskan, otoritas kesehatan dunia itu masih mengevaluasi efektivitasnya untuk pemakaian resmi jangka panjang. Dari beberapa jenis obat yang dipakai, di dalamnya termasuk merk ZMapp buatan Mapp Pharmaceutical asal Amerika Serikat, yang sudah dicoba kepada pasien penderita. "Produksi obat Zmapp kemungkinan bertambah seiring tingginya dosis pemakaian sampai akhir 2014 mendatang," demikian menurut WHO di tengah pertemuan membahas Ebola selama dua hari di Jenewa.

Sejak bulan Maret, Ebola sudah membunuh setidaknya 1900 jiwa di Afrika Barat dan berpotensi menular ke 20.000 orang dalam 6 sampai 9 bulan ke depan. Oleh karena itu, WHO mulai berani merekomendasikan penggunaan vaksin dan terapi eksperimental. Terapi yang sukses kemudian akan dipatenkan sehingga menjadi standar pengobatan untuk Ebola untuk periode-periode berikutnya.

Marie Paul Kieny, Asisten Dirjen WHO yang membawahi 150 orang ahli dalam forum penanggulangan wabah, mengatakan pertemuan antara WHO dan pemangku kepentingan terfokus pada pencarian obat yang paling ampuh untuk saat ini. "Kami akan menentukan jenis obat/vaksin apa yang paling efektif, untuk kemudian mendaftarkan dan menggunakannya sesegera mungkin untuk menyelamatkan banyak nyawa," ujarnya. WHO juga menyatakan suplai obat eksperimental memang masih terbatas namun mereka optimis kalau persediaan bisa ditambah di waktu-waktu yang akan datang.

Uji coba penyelamatan korban juga akan dilakukan pekan ini oleh dua perusahaan farmasi besar asal Eropa, yakni GlaxoSmithKline dan New Link Genetics. Sementara raksasa obat asal Amerika Serikat, Johnson & Johnson, baru akan mengujicoba pengembangan vaksin di awal 2015.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar