Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

World Bank Optimis China Mampu Capai Target Ekonomi 2014

Jumat, 6 Juni 2014 11:09 WIB
Dibaca 423

Monexnews -  Bank Dunia memiliki optimisme dalam menyikapi prospek pertumbuhan China di tahun 2014. Lembaga ini meyakini pemerintah Tiongkok mampu memenuhi target pertumbuhan 7.5% dalam sisa waktu 6 bulan ke depan.

Dalam laporan rutin yang dirilis beberapa saat lalu, World Bank mengakui kalau laju ekonomi China melambat dalam beberapa waktu terakhir. Namun pemerintah di Beijing dinilai memiliki kemampuan untuk mempercepat laju ekonomi ke target 7.5%. Di tengah iklim bisnis dan manufaktur yang lebih lesu ketimbang biasanya, otoritas akan dipaksa merilis kebijakan fiskal dan moneter yang lebih agresif.

Strategi model tradisional dengan menambah perputaran dana kredit biasanya menjadi fondasi kebijakan negara-negara maju dan berkembang untuk memutus fase perlambatan ekonomi. Namun pola kebijakan seperti ini diharapkan tidak berlangsung lama karena berisiko menciptakan ketergantungan. Idealnya, pemerintah harus menjalankan suatu reformasi ekonomi struktural demi kemajuan ekonomi yang lebih konsisten.

Dalam hal ini, otoritas China telah mengeluarkan program reformasi pada bulan November lalu guna mengurangi ketergantungan pada investasi dan ekspor, serta lebih mengedepankan fungsi konsumsi domestik. Reformasi diharapkan mampu memberi ruang bagi pasar untuk menggerakkan perekonomian dan harga-harga sumber daya, dan membatasi campur tangan pemerintah di sektor ekonomi.

World Bank mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi China pada level 7.6% di tahun 2014 dan 7.5% untuk 2015. Persentase growth tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi riil China tahun lalu, yang mencapai 7.7%. Di kuartal pertama lalu, perekonomian China hanya tumbuh 7.4%. Fakta tersebut mendorong pemerintah untuk mengeluarkan berbagai kebijakan mulai dengan menaikkan anggaran belanja proyek transportasi, menawarkan insentif pajak bagi UKM dan mengizinkan bank-bank meminjamkan dana kepada perusahaan sektor pertanian dan skala menengah.

Di sisi lain, pemangku kepentingan juga tidak boleh melupakan pos hutang nasional China yang semakin membengkak. Jumlah pinjaman luar biasa bank China sudah menyentuh 135% dari GDP di 2013 atau jauh lebih tinggi dibandingkan catatan hutang tahun 2007, yang hanya 105% dari GDP. Adapun rasio hutang perusahaan terhadap GDP saat ini sekitar 125% atau yang tertinggi di Asia. "Upaya penyeimbangan menjadi sulit karena berlawanan dengan trend ekonomi dan kebutuhan pasar akan pelonggaran yang sifatnya jangka pendek," imbuh Chorching Goh, Kepala Ekonomi World Bank untuk negara China. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar