Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news ECB pertahankan suku bunga acuan di 0.00% & suku bunga deposito di -0.40%

world-economy World Economy

World Bank Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global 2013

Rabu, 16 Januari 2013 13:14 WIB
Dibaca 807

Monexnews - "Perekonomian dunia masih berjuang untuk memulihkan diri, meski kondisi pasar finansial cenderung membaik," demikian ulasan dari proyeksi ekonomi 2013 Bank Dunia (World Bank) yang dirilis beberapa saat lalu.


World Bank kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2013 dalam laporannya. Kini pertumbuhan dunia diprediksi hanya sebesar 2,4% di tahun 2013 atau hanya naik sedikit dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2012 yang sebesar 2,3%. Pemangkasan dalam proyeksi terbaru kali ini mencapai 0,6% karena pada ramalannya di bulan Juni lalu, Bank Dunia memperkirakan growth ekonomi dunia bisa mencapai 3,0%.


Menurut ekonom kreditur internasional ini, pemulihan ekonomi riil belum benar-benar terjadi. Oleh karena itu, akselerasi pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi masih lambat hingga tahun 2015 nanti. Di sisi lain, Bank Dunia memberikan penilaian optimis terhadap perkembangan di beberapa negara ekonomi penting seperti Amerika Serikat.


Pertumbuhan di beberapa negara maju diperkirakan sebesar 1,3% tahun ini dengan mempertimbangkan faktor pemangkasan belanja negara, angka pengangguran yang tinggi serta lemahnya kepercayaan bisnis dan konsumen. Kemudian rasio pertumbuhan akan menguat ke 2% dan 2,3% di tahun 2014 dan 2015. Sementara untuk negara berkembang, proyeksi growth-nya juga dipangkas dari 5,9% (proyeksi Juni 2012) menjadi 5,5%. Bank Dunia menyebut akselerasi ekonomi negara berkembang akan mencapai 5,7% di tahun 2014 dan 5,8% di tahun 2015.


Khusus bagi wilayah Eropa, ekonom World Bank yakin kondisinya akan semakin membaik karena pihak European Central Bank telah mengutarakan kesiapannya untuk melindungi ekonomi kawasan. Dalam catatannya, Bank Dunia menyimpulkan bahwa perekonomian global masih 'rapuh' dan tingkat investasi bisnis di negara Amerika Serikat tetap lemah untuk sementara waktu. Isu fiscal cliff dan plafon hutang sedikit banyak menghambat gairah penanaman modal di negara itu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar