Jumat, 21 Juli 2017

world-economy  World Economy

WTO Berikan 60 hari bagi UE dan China untuk Berdamai

Jumat, 14 Juni 2013 11:09 WIB
Dibaca 452

Monexnews - Setelah bersitegang menyangkut praktik dumping pada kerjasama ekspor panel solar, European Union dan China kembali bersengketa di jalur diplomasi. Uni Eropa mengajukan keberatan kepada World Trade Organization (WTO) atas besarnya pajak yang diberlakukan oleh pemerintah China terhadap pengiriman produk baja. Seperti diketahui, Beijing memungut pajak antara 9.7% dan 11.1% terhadap produk impor tabung baja (steel tube) dari luar negeri (termasuk Eropa dan Jepang). Jumlah tersebut dianggap terlalu tinggi sehingga pihak China dituduh sedang menutup akses bagi importir ke pasar dalam negeri. Produk baja tabung yang dipungut pajak tinggi lazim digunakan sebagai bahan baku fasilitas pembangkit tenaga.

Beberapa perusahaan asal Eropa memang menjadi pemasok bagi kontraktor-kontraktor pembangkit tenaga di China. Dua produsen terbesarnya adalah Tubacex S.A. asal Spanyol dan Salzgitter AG dari Jerman. Sayang pemasok baja tabung anti karat asal Eropa sulit untuk bersaing lagi karena adanya kebijakan pajak tinggi yang diberlakukan Beijing. Pengaduan sudah diterima oleh Komisi Eropa awal pekan dan lembaga ini meneruskan complain resmi atas nama Uni Eropa kepada pihak WTO. Dalam pernyataannya, Uni Eropa menyebut China melanggar aturan WTO dan 'memberangus' akses ke negaranya.

Perseteruan di sektor ekspor impor antara Uni Eropa dan China memang memanas belakangan ini. Pekan lalu pemerintah Eropa menuding negara perekonomian terbesar Asia berulangkali melakukan praktik dumping dalam kerjasama perdagangan dengan pihak Uni Eropa. Atas dasar itulah Komisi Eropa pada hari Selasa (04/06) meresmikan tarif provisional baru bagi produk solar panel (matahari) yang diimpor dari China. Kebijakan ini merupakan peringatan bagi China yang kerap membanjiri pasar Eropa dengan produk berharga murah, bahkan di bawah harga produksinya (dumping). "Kebijakan kami hari ini adalah langkah darurat untuk melindungi pelaku bisnis Eropa dari aksi dumping," ujar Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Karel de Gucht pekan lalu. Ia menyatakan bahwa harga ideal untuk produk panel solar dari China seharusnya 88% lebih tinggi dibandingkan level saat ini.

Pemberlakuan tarif 11.8% akan diterapkan untuk seluruh produk panel solar mulai tanggal 6 Juni. Dua bulan kemudian, pajak rata-rata dinaikkan menjadi 47.6% sehingga Uni Eropa memiliki posisi tawar untuk bernegosiasi dengan pihak China terkait persaingan produknya. Apabila disiplin pajak gagal memuluskan jalan negosiasi dengan Beijing, Uni Eropa pada bulan Desember akan memutuskan apakah pajak permanen diberlakukan kembali untuk lima tahun berikutnya.

Terkait sengketa impor produk baja, WTO memberikan waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk bernegosiasi. Namun jalan tengah kemungkinan sulit dicapai karena dalam kasus terdahulu dua pihak tidak pernah mau mengalah. Nilai transaksi perdagangan antara China dan Uni Eropa tercatat mencapai 480 miliar Euro setiap tahunnya. Apabila kedua pemerintahan gagal mencari solusi kasus panel solar dan produk baja, ekses lebih lanjut bisa menyebar ke lini produk lainnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar