Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

Yield Obligasi Indonesia 10 Tahun Capai Level Tertinggi Sejak Februari

Kamis, 26 Juni 2014 17:37 WIB
Dibaca 443

Monexnews -

Nilai imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia turun, mendorong imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun ke level tertinggi sejak Februari, atas kecemasan pada penurunan rupiah di kuartal sekarang akan memacu inflasi lebih lanjut.

Bank sentral melihat kenaikan harga konsumen akan berjalan dengan sangat cepat di bulan Juli dari estimasi 6.6% di bulan Juni seiring meningkatnya belanja selama Ramadhan dan pemerintah naikan tarif listrik, kata analis Doddy Zulverdi kemarin. Itu di bandingkan dengan target inflasi bank sentral yang berkisar mulai dari 3.5% sampai 5.5% untuk tahun 2014. Bank Indonesia membiarkan rupiah masih “undervalued” untuk mendukung ekspor, kata Deputi Senior Gubernur BI Mirza Adityaswara pada tanggal 24 Juni.

“Inflasi masih akan berada di dekat batas atas dari kisaran target bank sentral karena kenaikan impor dan tingginya tarif listrik,” kata I Made Adi Saputra, analis fixed income di PT BNI Securities di Jakarta. “Prospek untuk pelemahan pada rupiah telah meredam permintaan untuk obligasi.”

Mata uang garuda, rupiah kembali turun sebesar 0.1% menjadi 12,099 per dollar pada hari ini, rupiah telah turun sebesar 6.1% pada kuartal sekarang, rupiah menjadi mata uang dengan penurunan terbesar di antara 24 mata uang negara berkembang yang di ikuti oleh Bloomberg. Di pasar offshore, kontrak NDF satu bulan naik sebesar 0.1% menjadi 12,145 per dollar, di perdagangkan 0.4% lebih lemah dari harga spot dalam negeri.  

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar