Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Yield Obligasi Indonesia 10-tahun Turun seiring Tercapainya Kesepakatan Fiskal AS

Kamis, 17 Oktober 2013 14:48 WIB
Dibaca 610

Monexnews -

Obligasi Indonesia menguat, mendorong yield obligasi bertenor 10-tahun ke level terendah dalam dua bulan, setelah parlemen AS sepakat untuk naikan batas utang negara dan hindari default. Rupiah juga mneguat.

Kongres memilih untuk mendukung RUU untuk akhiri shutdown pemerintah yang sudah berlangsung selama 16-hari, satu hari sebelum lembaga otoritas pinjaman akan lewati batas waktu terakhirnya. Investor luar negeri membeli surat utang rupiah sebesar 4.16 triliun rupiah ($379 juta), lebih banyak dari yang di jual pekan lalu, di tunjukan dalam data terbaru dari menteri keuangan. Inflasi, yang melambat menjadi 8.4% pada bulan lalu, mungkin akan masih dibawah 9% sampai akhir tahun, kata Deputi menteri keuangan Bambang Brodjonegoro pada tanggal 10 Oktober.

“Beberapa investor sedang menunggu beberapa kejelasan pada masa depan AS, jadi dengan tercapainya kesepakatan kami perkirakan arus masuk modal akan berlanjut,” kata I Made Adi Saputra, seorang analis di PT Nusantara Capital Securities di Jakarta.” Dengan lebih stabilnya rupiah dan inflasi yang terkontrol, kami melihat kurva yield bergerak datar.”

Yield obligasi pemerintah obligasi yang jatuh tempo Mei 2023, turun sebanyak enam basis poin, atau 0.06%, menjadi 7.78% pada pukul 10.55 di Jakarta, level terendah sejak 12 Agustus, berdasarkan harga dari Inter Dealer Market Association. Tingkat yield mungkin akan turun menjadi 7.2.5% pada akhir tahun, sementara yield obligasi bertenor 2 tahun akan naik menjadi 7% daru 6.85% menurut predikis Saputra.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar